Kompor induksi tanam adalah kompor listrik yang dipasang permanen di meja dapur, membuat tampilan ruang memasak lebih modern serta minimalis. Alat ini memakai prinsip induksi elektromagnetik, sehingga memasak jadi lebih cepat, efisien, dan suhu bisa diatur tepat, sambil tetap menjaga permukaan kompor tetap dingin dan aman disentuh.

Hal Penting Sebelum Beli Kompor Induksi Tanam
Kompor ini bekerja berdasarkan prinsip induksi elektromagnetik, di mana kumparan tembaga di bagian bawah dialiri arus bolak-balik dan menciptakan medan magnet. Medan ini memicu arus eddy pada peralatan masak berbahan besi atau stainless steel. Sehingga panas langsung muncul di panci tanpa memanaskan permukaan kompor.
Penting untuk tahu bagaimana kompor ini bisa menghasilkan panas agar saat membeli tahu apa saja yang perlu diperhatikan sebelum membeli kompor induksi, antara lain:
1. Ukuran dan Desain Sesuai Ruang Dapur
Pastikan ukuran kompor induksi tanam sesuai dengan ruang yang tersedia di dapur Anda. Ukuran standar kompor tanam biasanya 60 cm, cocok untuk rumah tangga pada umumnya, namun ada juga ukuran kecil sekitar 30 cm hingga besar 90 cm. Sesuaikan jumlah tungku dengan kebutuhan, umumnya 2 sampai 4, dan perhatikan jarak agar kegiatan memasak lebih leluasa. Sesuaikan juga desain kompor dengan konsep dapur agar tampilan tetap harmonis dan rapi.
2. Daya Listrik yang Dibutuhkan
Cek dulu kebutuhan daya listrik kompor induksi sebelum membeli, karena umumnya membutuhkan 600 hingga lebih dari 3000 watt per tungku. Pilih kompor dengan daya yang sesuai kapasitas listrik rumah Anda untuk menghindari pemadaman listrik akibat beban berlebih. Misalnya, jika daya listrik rumah Anda 1300 watt, pilih kompor dengan daya sekitar 600 watt agar aman digunakan bersamaan dengan perangkat lain.
3. Fitur Keamanan dan Teknologi Tambahan
Pastikan kompor dilengkapi fitur keamanan penting seperti kunci pengaman anak (child lock), auto shut-off yang mematikan kompor secara otomatis saat tidak digunakan, indikator panas sisa, serta sensor deteksi panci. Fitur tambahan seperti panel kontrol sentuh, timer digital, fungsi jeda (stop & go), dan pengaturan daya yang presisi juga sangat membantu dalam penggunaan sehari-hari.
4. Panjang Kabel dan Instalasi
Periksa panjang kabel kompor induksi agar sesuai dengan posisi colokan listrik di dapur. Pastikan kabel tidak menjuntai berbahaya dan instalasi listrik sudah memenuhi standar agar pemasangan kompor tanam berjalan lancar dan aman.
5. Sesuaikan dengan Kebutuhan Memasak di Rumah
Pilih kompor induksi tanam yang sesuai dengan kebiasaan memasak di rumah. Bagi yang sering masak banyak, sebaiknya gunakan kompor dengan jumlah tungku lebih banyak. Jika hanya untuk kebutuhan sederhana, satu atau dua tungku sudah cukup. Pastikan juga peralatan masak yang dimiliki kompatibel dengan teknologi induksi.
6. Perhatikan Budget dan Merek Terpercaya
Banyak sekali merek kompor yang memiliki kualitas produk yang baik, fitur keamanan lengkap, serta layanan yang terpercaya. Electrolux menawarkan kompor induksi dengan desain elegan, dilengkapi pengaturan suhu yang presisi serta teknologi pengaman canggih. Beberapa model yang populer di pasaran antara lain EHI325CA dan UltimateTaste 300. Kisaran harga produk ini berada di angka Rp5.600.000 hingga Rp7.000.000.
Bosch hadir dengan desain minimalis dan teknologi tinggi. Kompor induksi ini memiliki pengatur waktu otomatis serta zona memasak yang bisa diatur secara individual, contohnya model Bosch PUC61KAA5E. Harga yang ditawarkan berkisar Rp6.700.000 sampai Rp7.000.000.
Modena menawarkan kompor induksi premium yang menggunakan kaca keramik berkualitas tinggi, tahan panas, dan memiliki fitur lengkap. Ada banyak varian desain yang dilengkapi dua sampai empat tungku. Harga produk Modena berada di rentang Rp4.000.000 hingga Rp8.000.000.
Midea menjadi pilihan ekonomis dengan kualitas yang tetap baik. Kompor induksi ini cocok untuk yang menginginkan alat masak praktis dan mudah digunakan. Harganya cukup terjangkau, mulai dari Rp500.000 hingga Rp700.000. Pilih merek yang sesuai dengan kebutuhan, budget, dan ukuran dapur agar mendapatkan kompor induksi yang optimal dan tahan lama.
Cara Merawat Kompor Model Induksi Tanam Supaya Awet
Berikut adalah cara merawat kompor induksi tanam supaya awet dan tetap optimal:
- Segera bersihkan permukaan kompor setelah selesai memasak untuk menghilangkan sisa makanan, minyak, atau cairan yang menempel.
- Lap permukaan memakai kain halus yang sudah dibasahi air hangat serta sedikit sabun agar tetap bersih.
- Jangan biarkan noda menempel terlalu lama karena bisa sulit dihilangkan dan merusak permukaan kaca kompor.
- Saat meletakkan atau memindahkan panci dan wajan, angkat jangan diseret. Gesekan dapat menyebabkan goresan pada permukaan kaca kompor yang sensitif.
- Gunakan cairan pembersih khusus untuk kompor induksi atau campuran air dan cuka putih untuk membersihkan noda membandel.
- Sebaiknya tidak memakai pembersih mengandung bahan abrasif, pemutih, amonia, atau zat keras lain karena bisa merusak kaca.
- Hindari menaruh benda berat yang berlebihan di permukaan kompor karena dapat menyebabkan retak atau pecah pada kaca.
- Jika ada tumpahan yang sudah mengering atau terbakar, gunakan alat pengerik kaca khusus untuk membersihkannya dengan hati-hati agar tidak menggores permukaan.
Berdasarkan pengalaman pemakaian kompor induksi selama 4 tahun oleh @ourlilhouse yang dibagikan di YouTube channelnya, menyatakan kalau ada plus minusnya. Kelebihan yang paling mencolok tentu saja tidak perlu membeli gas dan tidak ada kekhawatiran akan kebocoran. Selain itu, membersihkannya juga gampang karena hanya perlu glass cleaner dan lap atau tissue. Kompor induksi lebih ramah untuk keluarga karena dilengkapi fitur pengunci serta timer. Namun, kompor induksi memang memiliki price point yang tinggi, membutuhkan daya listrik yang besar, dan harus menggunakan panci yang khusus untuk menghantarkan panasnya.
Pemilihan kompor induksi tanam yang pas bisa membuat kegiatan memasak di rumah lebih simpel, nyaman, serta hemat energi. Memerhatikan ukuran, konsumsi listrik, fitur, dan harga membantu menemukan model yang cocok untuk kebutuhan sehari-hari keluarga. /Fitri



